Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

Pages


Member Area

Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan

Mobil yg dikendalikan dengan kedipan mata.

Kamis, 23 Desember 2010


SmartNews.com



Lelah memegang setir mobil? Mungkin Anda harus mencoba teknologi terbaru ini. Para ilmuwan Jerman telah mengembangkan teknologi terbaru yang memungkinkan mengemudi mobil hanya dengan menggunakan mata.

Peneliti Universitas Free Berlin, Raul Rojas, mengatakan, teknologi ini bekerja berdasarkan gerak mata pengemudi. Mobil ini membaca arah gerak mata dan berjalan ke manapun mata diarahkan.

Rojas dan timnya mempresentasikan prototipe teknologi ini di bawah naungan langit biru yang cerah di sebuah lahan bekas bandara di ibu kota Jerman.

Mobil dengan teknologi terbaru itu melintasi landasan pacu Bandara Tempelhof. Pengemudi mobil tanpa setir ini menggunakan pandangannya untuk menyetir. Mobil ini seperti mobil hantu, tanpa tangan yang mengemudinya.

Dengan teknologi ini, memungkinkan dikendalikan dengan kecepatan hingga 30 mil per jam atau 50 kilometer per jam.

"Target berikutnya, mobil ini bisa dikendalikan dengan kecepatan 60 mil per jam," kata Rojas.

Ditambahkan dia, tantangan terbesar yang dihadapi mobil ini adalah rintangan, pejalan kaki atau kendaraan lain.

Saat ini, solusi masalah itu, pengemudi mobil tanpa setir cukup melihat ke kaca spion untuk mengemudikan mobil.

Jika nantinya teknologi ini dikomersialkan, soal keselamatan jadi tanda tanya besar. Bagaimana jika pengemudi melihat pemandangan bagus, atau terpana melihat gadis cantik selama beberapa detik?

Belum lagi, soal gangguan panggilan telpon, atau saat pengemudi harus mengirimkan pesan pendek?

Hal itu juga jadi pertimbangan para peneliti. Mobil yang dinamai 'Spirit of Berlin' atau 'Jiwa Berlin' adalah mobil otomatis yang dilengkapi navigasi GPS, beberapa kamera, laser, dan scanner yang memungkinkan mobil ini mengemudikan dirinya sendiri, sesuai perintah pengemudi.

"Mobil ini bisa melakukan apapun. Bisa secara otomatis maupun mengikuti panduan mata pengemudi," kata Rojas.

"Mobil akan berhenti di persimpangan dan meminta panduan dari pengemudi." Prosesnya hanya butuh beberapa detik.

Untuk menunjukan kemampuan mobil yang kompromis, Rojas melompat di depan mobil yang sedang berjalan dalam kecepatan 10 mil per jam. Untung, mobil itu langsung berhenti seketika.

"Tepat waktu, aku sangat beruntung," kata Rojas.

Jika merasa kesulitan menjalankan ini dengan mata. Ada alternatif lain, menggunakan iPhone sebagai remote control mobil.

Mobil ini juga akan dilengkapi sistem konvensional untuk menghentikan lajunya, dilengkapi dua tombol darurat besar di bagian belakang mobil. Tinggal pencet, semua sistem tertutup.
(detikforum.com)

Tentara AS Ciptakan Mobil Perang Terbang

Senin, 13 Desember 2010


Amrijona.com

Desika Pemita
Konsep mobil perang yang sedang dikembangkan oleh tentara ini tampaknya hanya omong kosong belaka. Namun, komandan tentara Amerika Serikat percaya pembuatan mobil perang yang bisa terbang ini akan terwujud. Seperti dilansir dari dailymail.co.uk, mobil ini yang memiliki sayap ini hampir sama dengan kendaraan humavee untuk patroli di darat.

Kehebatan mobil yang bisa dinaiki oleh empat personel ini, ketika petugas memencet sebuah tombol, maka mobil ini akan berubah menjadi helikopter, juga dilengkapi dengan persenjataan. Kendaraan ini juga bisa mengangkut personel yang terluka, tanpa harus menunggu helikopter dari tim medis datang. Seorang juru bicara dari Departmen Pertahan Amerika Serikat Pentagon mengatakan, " Kami mencari sebuah kendaraan fleskibel yang bisa digunakan di darat maupun udara. "

Pentagon telah menggulirkan uang sejumlah 41 juta poundsterling atau setara dengan Rp. 579 miliyar untuk mengembangkan kosep mobil "serba bisa" ini. Pembuatan mobil ini merupakan adaptasi dari kerasnya perjuangan tentara NATO dalam menghadapi Taliban di Afghansitan. Mobil ini rencanaya rampun pada 2015 mendatang ketika tentara Amerika Serikat dan Inggris masih berada di Afghansitan. (ARI)

(liputan6.com)